Isu keamanan galon guna ulang kembali menjadi perhatian publik setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat ambang batas migrasi Bisphenol A (BPA) pada kemasan galon guna ulang di tahun 2026. Kebijakan ini memicu diskusi luas mengenai keamanan air minum dalam kemasan berbahan polikarbonat yang selama ini banyak digunakan di rumah tangga dan perkantoran.
Apa Itu BPA dan Mengapa Dibatasi
Bisphenol A (BPA) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat, termasuk galon guna ulang. Dalam kondisi tertentu — seperti paparan panas berulang atau penggunaan jangka panjang — BPA berpotensi bermigrasi dari kemasan ke dalam air yang dikonsumsi dalam kadar tertentu. Berbagai badan pengawas pangan di dunia, termasuk BPOM, secara berkala meninjau ulang ambang batas aman BPA berdasarkan perkembangan penelitian ilmiah terbaru.
Perubahan Aturan BPOM 2026
Pembaruan kebijakan BPOM tahun ini memperketat batas migrasi BPA yang diizinkan pada kemasan pangan berbahan polikarbonat, termasuk galon guna ulang, dan turut mewajibkan pencantuman label peringatan terkait kandungan BPA pada kemasan tertentu. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPOM meningkatkan perlindungan konsumen, sejalan dengan praktik pengawasan pangan yang berlaku di berbagai negara.
Apakah Galon Guna Ulang Masih Aman Digunakan
BPOM menegaskan bahwa seluruh galon guna ulang yang telah memiliki izin edar resmi dan sertifikat SNI dinyatakan aman digunakan sesuai peruntukannya, selama produsen mematuhi ambang batas migrasi BPA yang telah diperketat serta pedoman penggunaan yang wajar (misalnya menghindari paparan panas berlebihan atau sinar matahari langsung dalam jangka panjang). Kekhawatiran konsumen lebih tepat diarahkan pada produk yang tidak memiliki izin edar resmi atau kondisi penyimpanan yang tidak sesuai anjuran, bukan pada seluruh kategori galon guna ulang secara umum.
Cara Memilih Air Minum Kemasan yang Aman
Konsumen disarankan memastikan galon yang digunakan memiliki nomor izin edar BPOM dan logo SNI yang jelas pada label, menyimpan galon di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung, tidak menggunakan galon yang sudah retak atau tergores dalam, serta mengganti galon secara berkala sesuai rekomendasi produsen. Memilih pemasok air minum kemasan yang transparan mengenai proses produksi dan kepatuhan regulasinya juga menjadi langkah penting, khususnya bagi kebutuhan konsumsi rutin di kantor atau acara.
Kesimpulan
Pengetatan batas BPA oleh BPOM mencerminkan komitmen berkelanjutan terhadap keamanan pangan, bukan indikasi bahwa seluruh galon guna ulang berbahaya. Dengan memilih produk yang bersertifikat resmi dan mengikuti anjuran penggunaan yang tepat, konsumen tetap dapat menikmati kepraktisan galon guna ulang dengan aman.